4/07/2014

CD Review "VENOMED - Removal"

Band: Venomed
Album: Removal
Year: 2013
Genre: Death Metal
Location: Yogyakarta
Country: Indonesia

Removal demikian judul album ini tercetus oleh 3 personil yang maha dahsyat di salah satu komunitas terbesar discene Indonesia saat ini yakni Jogjakarta Corpse Grinder (JCG). Untuk ukuran debut album, karya ini cukup menjanjikan nan kejam. Walaupun mereka menasbihkan genre Slamming Brutal Death Metal sebagai pakem permainan, VENOMED tak begitu terpancing dengan banyaknya referensi band yang telah lebih dahulu tumbuh di Indonesia yang masih terpaku dengan corak vocal pig squeal dan tempo yang terlalu datar/monoton (terlalu mudah ditebak). Justru sebaliknya VENOMED mampu menyajikan gaya main slam dengan lebih cepat dan variatif. Pandu menjadi sosok sentral penjamin keberhasilan album ini, kebengisan growl vocal yang ia miliki layak menjadi panutan para penggila genre slam yang kian mewabah di Indonesia, tanpa melahap embel-embel pig squeal ia mampu membawa audiens mencerna isi genre slam itu sendiri dengan lebih berbeda. Di posisi gitar juga tak kalah garang, permainan Rizky tetap berpatokan pada norma death metal walaupun memang part-part groovy tak bisa dilepaskan begitu saja terutama sebagai arena headbang para penikmat. Aroma menyengat riff-riff thrash and oldschool juga sesekali terdengar. Sedangkan untuk posisi drum sendiri, Roy Agus dari DEVO sepertinya tak terlalu sulit untuk beradaptasi dengan tipikal permainan slam. Masih mengadopsi ketukan blastbeats yang rapat nan cepat tak mempengaruhi permainan seutuhnya yang memang sudah identik dengan DEVO. Sedangkan untuk bass diisi oleh additional bass dari DEVO yaitu Oki Haribowo, ia mampu menyeimbangkan komposisi dengan sangat baik walaupun memang tidak terlampau dominan.

Berlanjut ke topik utama hehe, album ini berisikan 10 track termasuk intro (ups.. “Helltro”) dan cover song “Suicide” milik mbah kakung BRUTAL CORPSE yang didaur ulang. Mengawali album ini berputar “Helltro” menjadi awal pengisi tempo beatdown dengan dentuman heavy-nya membuat awal pelemasan otot leher. Mungkin kata intro sudah terlalu mainstream bagi VENOMED hehe. Berlanjut ke “Victim, Supreme Brutality” blastbeats cepat langsung dilancarkan oleh Roy ke segala arah tanpa pikir panjang, tak lupa menjelang usai part groovy mereka sematkan. Kini “Worm in Throat” bersiap, tak asing memang mendengar track ini karna memang telah beredar sejak demo mereka pada tahun 2009 silam dirilis. Kini perhatian saya terpancing lewat sound double pedal konstan yang aduhai dari Roy sang drummer, tak lupa juga part-part groovy apik sedikit mengingatkan saya awal-awal kejayaan album “Molesting the Decapitated” milik DEVOURMENT. Kini track “Pedjah Gesank” bersiap, menarik memang membahas track ini, Salah satunya ialah 100% menggunakan bahasa jowo. VENOMED cerdik menyiasati liriknya pada track ini yang membuat kata apresiasi layak mereka dapatkan dari para penikmat. “Rotting the Fetuses” juga tak terlalu asing dengan telinga para penikmat, sedikit pembeda hanya pada judul yang mereka singkat menjadi “Rotting”. Track selanjutnya ada “Jelaga Pembakaran” pemberian judul yang sangat kejam, bayangan saya seperti melukiskan kehidupan di neraka kelak. “Jalang Murka Neraka” pada part-part tertentu saya seperti mendengar riff-riff gitar berbau thrash ala SLAYER and SEPULTURA. “Raped By Snake” lebih menarik lagi, saya pribadi acungi jempol untuk track ini. VENOMED sekali lagi cerdik dalam memoles tiap-tiap tempo untuk membuat penikmat tak terlalu bosan dalam mencerna stuff ini. Track ke-9 ada “Blood Sucker” juga menjadi salah satu teaser yang mereka pamerkan sebelumnya melalui situs youtube, perhatian scene metal cukup kepincut kala itu lewat video music yang mengimplementasikan detail cover yang apik nan menawan, part-part shredding pada track ini saya pikir lebih cenderung identik dengan track sebelumnya walaupun hanya selintas saja. Track akhir berjudul “Suicide” yang tidak lain tidak bukan ialah milik mbah kakung BRUTAL CORPSE asal Jogjakarta yang juga keluaran demo tahun 2009, aroma berbau oldshool juga masih sangat segar untuk kita didengar.

Tak bisa dibohongi memang secara kompleks musikalitas VENOMED sangat terkontaminasi dengan sentuhan magis beatdown-beatdown berisi macam DEVOURMENT, INTERNAL BLEEDING, hingga PYREXIA. Permainan tempo pada part-part tertentu layak menjadi panutan karena terbilang tak terlalu monoton dan dominan, tentu saja hal ini tak terlalu mudah terbaca inti sarinya. Menurut saya pribadi, album ini sangatlah layak menjadi referensi awal bagi anda yang mengagungkan genre slamming death metal, VENOMED memberikan solusi bagaimana cara mengimplementasikan gaya main slam dengn benar dan jelas menampar keras ke wajah para kaum pengagum pig squeling yang akut. Sedangkan berbicara soal cover sendiri, Pandu sang vokalis sudah punya rencana soal ini. Melukiskan 2 sosok mahluk metatarsal yang cukup aneh pada barisan terdepan dan tetap tak melencengkan fungsi gunung merapi sebagai unsur penting plus dominannya pemberian warna merah membuat album ini makin angker nan misteri untuk disimak. Belum lagi penggarapan layout yang cukup sederhana, font lirik cenderung dituliskan menggunakan tangan seperti awal dalam penulisan lirik dengan banyaknya corat-coret dimana-mana. Jadi, tunggu apalagi mulailah dari sekarang untuk mencintai produk asli Indonesia dan tetap untuk membeli karya fisiknya agar keberlangsungan para industri musik dan musisi di tanah air bisa terus terjaga dan berkembang. Matur sembah nuwon VENOMED anda memberikan apa yang sedang kami butuhkan.
Catalogue #SEMRC005
1. Helltro

2. Victim, Supreme Brutality

3. Worm in Throat

4. Pedjah Gesank

5. Rotting

6. Jelaga Pembakaran

7. Jalang Murka Neraka

8. Raped by Snake

9. Blood Sucker

10. Suicide (Brutal Corpse cover)
Pandu Mahendra - Vocals

Rizky - Guitars

Oki Haribowo - Bass (additional)

Roy Agus - Drums
Cover Artwork by Pandu Mahendra

Logo by Dede Suhita

4/01/2014

REDUCED

Band: Reduced
Genre: Brutal Death Metal
Location: Jember
Country: Indonesia
Label: Unsigned/independent

REDUCED merupakan band brutal death metal yang berasal dari Jember lebih tepatnya berada di Kecamatan Ambulu, Jawa Timur. terbentuk pada pertengahan bulan maret 2013 dengan line-up awal diisi oleh Bagoez (Vocal), Roni Ex-DIFFUSAL BLADE (Guitars), dan Pipit (Drums). Bongkar pasang personil menjadi hal yang lumrah pada setiap band pun begitu juga halnya yang dialami oleh REDUCED, plus penambahan personil pada posisi bass sampai akhirnya terbentuklah 4 personil yang menjanjikan permainan lebih kejam dan keji hingga sekarang. Sedangkan nama REDUCED sendiri terkontaminasi kental dari banyaknya peristiwa kekejian dilingkungan sekitar seperti pembantaian, penjagalan, kebencian, dan kekejaman. For fans GORGASM, DISGORGE (usa), LITURGY, and BRODEQUIN mungkin REDUCED menjadi bahan pertimbangan untuk anda.
Bagoez - Vocals

Ipunk - Guitars

Jabrik - Bass

Pipit - Drums

3/27/2014

GEROGOT

Band: Gerogot
Genre: Brutal Death Metal
Location: Surabaya
Country: Indonesia
Label: Unsigned/independent

GEROGOT merupakan sebuah band pure brutal death metal asal kota Surabaya, awalnya berdirinya mereka menggunakan nama CREMATORIA. Tetapi ada sedikit masalah yang membuat mereka memutuskan untuk mengubah nama menjadi GEROGOT pada 25 November 2013. Kini dengan nama barunya, GEROGOT berhasil menelurkan embrio ganas sebuah Promo CD pada tahun 2014. Layak kita nantikan kiprah selanjutnya dari band kejam yang satu ini. Untuk maniak pengagum bdm dengan style cepat dan rapat macam GORGASM, DISAVOWED, hingga DISGORGE menjadi rekomendasi awal untuk menghancurkan kuping anda.
Promo CD (2014)
Aditya Gahlmer - Vocals/Guitars

Brahim - Bass

Zaneck - Drums

3/26/2014

ENDOCARDITIS

Band: Endocarditis
Genre: Death Metal
Location: Pekanbaru
Country: Indonesia
Label: Dead Rebel Records

ENDOCARDITIS adalah band Death Metal asli 100% dari kota Bertuah Pekanbaru, Riau berdiri pada tahun 2012. Datangnya ENDOCARDITIS sedikit banyak telah mendatangkan malapetaka bagi scene Underground Indonesia yang besar, dengan aransement musik yg penuh tempramental dan sedikit konvensional, ENDOCARDITIS akar kejahilan tangan sekelompok pemuda yang mempunyai watak perang dan invigorated. Melahirkan musik Extreme Death Metal berpatokan standar pada leluhur sebelum mereka, semoga layak dapat sokongan dan dukungan dari metalhead Indonesia.
Reinkarnasi Tidak Bernyali [EP] (2012)

Creation of Death - Indonesian Split Death Conspiracy (2012)

Di Ujung Kepunahan (2013)
Jeck Teddy - Vocals

M_Toink - Guitars

Aditya - Guitars

Arie Trayuda - Bass

Agung - Drums

3/24/2014

CD Review "SAFFAR - Mandatory El Arshy"

Band: Saffar
Album: Mandatory El Arshy
Year: 2013
Genre: Death Metal
Location: Bandung
Country: Indonesia

Assalamualaikum mengawali review album ini kami ucapkan segala puji bagi Allah SWT tuhan semesta alam dan junjungan kepada nabi besar Muhammad SAW. Sejak awal saya selalu menunggu rilisan full album ini, baru akhirnya pada tahun 2013 setelah kami sempat melakukan interview singkat dengan mereka (SAFFAR). mereka mengumumkan akan meluncurkan full album perdananya "Mandatory El Arshy". Yang buat saya kepincut dan akhirnya jatuh cinta pada band ini adalah konsepnya yang berbeda jauh dari band-band death metal pada umumnya yang berkutak dan terfokus pada lirik yang bertemakan gore, death, and violence. SAFFAR dengan lantang berani mengubah trade mark death metal dengan lebih religius dan agamis. Lirik yang mereka gunakan berkisah seputar perkembangan islam dahulu hingga sekarang, semisal tentang kejayaan islam pada masa dahulu, peristiwa perang, hingga konspirasi busuk. Lirik tersebut coba mereka tuangkan dan implementasikan kedalam 10 track yang akan membuat adrenalin kita meningkat dan membuat kepala berheadbang ria.

"Mandatory El Arshy" merupakan sebuah mahakarya dari penantian panjang 4 pemuda akhir zaman Parjo, Ramon, Iyenk, dan Acil yang tidak ragu lagi dalam memainkan style death metal-nya. Masing-masing dari mereka memiliki skill yang berusaha mereka keluarkan lebih powerfull dan penuh emosi. Mengawali album ini diawali dengan "Intro" dengan sentuhan permainan gambus membuat penikmat hanyut akan suasana padang pasir berdebu di tanah fir'aun. Lalu "Novus Ordo Seclorum" berlanjut memulai perang kita melawan para kaum musyrikin yang ingin membuat tatanan dunia baru dengan aturan sembrono-nya, riff-riff cepat dan rapat selalu mengisi part-part penting dan terdapat jeda ditengah track yang memberikan sedikit untuk kita menghela nafas dan Kinoy UNDERGOD membuat pembeda jalan-nya track ini. "Mulkan Jabariyan" tempo-nya terdengar lebih teratur dan sang bassis Ramon memulai invasinya dengan permainan teknikal, Ketukan-ketukan rapat, cepat, dan variatif menjadi jaminan ditrack ini.

"Samiri Jilati Bumi" melanjutkan pesona dari skill bermain Ramon sang bassis, begitu juga dengan track "Haykal Abu Jahl". Abu Jahl mengingatkan saya dengan sosok pemimpin yang tamak, angkuh dan menjadi musuh utama dari baginda Rasulullah SAW. "Syair Syiar Pengingkar Ikrar" masih didominasi permainan memukau dari Ramon, dengan jeda ditengah track disambut dengan sentuhan double pedal konstan beriringan dengan pukulan keras simbal yang apik membuat track ini makin patut untuk dijadikan favorit bagi penikmat. "Atmospheric Intifadha" membuat CD terus berputar apalagi terdapat sosok Ady Gembel FORGOTTEN yang ikut berkontribusi lebih pada track ini. Berlanjut ke track "Evolusi" komposisi lagu yang menarik dengan riff-riff yang catchy. "Neurotransmitter Himada" mengawali track selanjutnya walaupun agak condong identik dengan track sebelum-sebelumnya. Klimaks pun terasa pada track akhir "Mandatory El Arshy", cucuran keringat serta emosi terpancurderas di track ini plus balutan riff-riff yang makin catchy. Dan suatu ketika sang rapper Ali Utrujjah menjadi sosok yang ditunggu dengan memberikan seuntai bait-bait lirik agamis membuat penikmat makin terhanyut kedalam pengorbanan para syuhada perang dengan untaian kutbah ringkasnya.

Kira-kira sekitar 30 menitan kita dibuat terhanyut dengan permainan menjanjikan 4 orang syuhada dengan sound powerfull dan dibalut sempurna dengan lirik cerdas yang agamis. Namun ada sedikit part-part yang cenderung identik tiap-tiap tracknya mungkin ini hanya sedikit kritikan untuk SAFFAR kedepanya. Namun yang lebih saya sayangkan ialah cabutnya Parjo sang vokalis dari band, entah kenapa dan ada apa? ia memutuskan untuk hengkang. Tapi terdengar kabar keputusan hengkangnya dikarenakan keinginan dia pribadi untuk memperdalam ilmu agamanya, SUBHANALLAH. Walaupun demikian karya album perdana mereka ini perlu diperhitungkan diranah scene bandung, yang sudah sesak didominasi death metal. Totalitas dalam bermusik dan kecerdasan serta kepintaran dalam mengolah lirik-lirik patut mendapat apresiasi lebih dari penikmat musik ekstrim di Indonesia. Tindakan apresiasi berlebih harus anda lakukan dengan cara membeli karya fisiknya dan haram hukumnya untuk sekedar mencari link downloadnya.
Wassalam....
#Catalogue ESPR011
1. Intro

2. Novus Ordo Seclorum (feat. Kinoy UNDERGOD)

3. Mulkan Jabariyan

4. Samiri Jilati Bumi

5. Haykal Abu Jahl (feat. Kimo DEPRAVITY SAVAGE)

6. Syair Syiar Pengingkar Ikrar

7. Atmospheric Intifadha (feat. Ady FORGOTTEN)

8. Evolusi

9. Neurotransmitter Himada

10. Mandatory El Arshy (feat. Ali Utrujjah)
Parjo - Vocals

Acil - Guitars

Ramon - Bass

Iyenk - Drums
Cover Artwork and Layout by Putra @cumix47

Logo and Icon by Ramon

3/23/2014

MALTREAT DEAFEN Umumkan kerja samanya dengan FRESH BLOOD MANAGEMENT

Setelah sukses dengan single promo (dalam format CDR) berisikan 3 track yang telah disebar keseluruh penjuru ranah scene metal ditanah air, kini band yang berdomisili di Pekanbaru, Riau ini tengah mendapatkan buah hasil kerja kerasnya. Yakni tergabungnya mereka kedalam barisan FRESH BLOOD MANAGEMENT asuhan dari om Hepi Yulianto (DECOMPOSED). Kabarnya dengan kerja sama ini MALTREAT DEAFEN akan menelurkan debut untuk album perdana-nya. Untuk judul album sendiri mereka beri nama "PERPETUAL RUINATION" dengan terkontaminasi kental aroma busuk macam DEFEATED SANITY, CRYPTOPSY, hingga ORIGIN mungkin akan layak menjadi album yang paling ditunggu di tahun 2014 ini. So, yang belum dengar konsep mereka seperti apa, Silahkan cek aja teaser dari album mereka disini https://www.facebook.com/photo.php?v=736738856351029

3/03/2014

STIGMATUARY Resmi Menjadi Amunisi Terbaru Dari ROTTREVORE RECORDS

Setelah sukses dengan promo album-nya pada tahun 2013 silam, band yang berasal dari Bandung STIGMATUARY resmi mengumumkan kerja sama-nya dengan dedengkot label asal Jakarta yaitu ROTTREVORE RECORDS. Berita-nya telah mereka umumkan pada (27/2/2014) kemarin. Rencana-nya dengan kerja sama ini mereka akan merilis sebuah full album berjudul "Decimation Of Psyche" pada pertengahan tahun 2014. Sepeninggal Dwinanda Satrio alias Gendatz, memang ROTTREVORE RECORDS terbilang kurang produktif dalam hal perilisan album. Dan saat ini ROTTREVORE RECORDS memulai untuk melancarkan kembali agresi-nya dibidang produksi rekaman fisik. Yupz tunggu aja kabar berita terbaru mereka lewat Facebook dan jangan lupa kunjungi juga page terbaru dari Facebook ROTTREVORE RECORDS. Are you ready for Waco Killer!!!!

2/19/2014

CD Review "GEGGAR OTAK - Avaricious Creature"

Band: Geggar Otak
Album: Avaricious Creature
Year: 2013
Genre: Death Metal
Location: Nganjuk
Country: Indonesia

BRUTAL INFECTION RECORDS kembali menembakkan peluru tajamnya ke kerumunan para penikmat death metal yang akut. Dengan slogan "In Specialize Death Metal Bands" makin memberondong penikmat dengan sentuhan asli death metal yang sedap didengar. Sebut aja KARNAK dan DEAD CRIMINAL dengan sentuhan magis technical-nya, entah dapet referensi dari mana tuan Alfan Afero bisa dapet musisi berbakat seperti mereka hehe.. Kali ini GEGGAR OTAK sama seperti hal-nya mereka, terlahir disebuah kota kecil Jawa Timur lebih tepatnya Nganjuk. Namun tak menghalangi keagresifan-nya dalam bermusik. Ketika kerumitan dalam bermain dan kecerdasan berfikir dalam menuangkan ide-ide gila-nya dibungkus rapi dengan setelan technical, maka kemudian lahirlah maha karya yang disebut "Avaricious Creature". Lahir dipenghujung akhir tahun 2013 membuat karya ini menjadi kado yang menarik dan sulit untuk dilupakan.

Gak perlu banyak cincong langsung aja kita bedah album ini haha.., berisikan 9 track yang bertemakan peperangan, masalah politik, and sosial sangatlah cocok menggambarkan apa yang sedang terjadi sekarang ini dinegara kita. Berbagai masalah dimana para kaum intelek sekarang makin rakus akan kekuasaan, dan sikap bertele-tele dari sebuah birokrasi yang selalu menyulitkan rakyat kecil lirik-lirik tersebut akan selalu kita temui pada album ini. Dimulai dari intro "Domination of Greed" alunan piano yang cukup gelap dan kejam, entah mengapa gw selalu inget dengan "In My Own Greed" milik SPAWN OF POSSESSION mungkin karena ada "Greed"-nya kali haha yasudahlah. Lanjut ke "All Hope Is Fake" Avaness tanpa pikir panjang lagi langsung melancarkan serangan blast beat cepat-nya dan konstan seperti menembaki kepala anda berkali-kali hingga otak anda tercecer berantakan. Part groove sekali kita dengar di track ini, dan ada jeda beberapa detik sebelum permainana melody mereka tunjukan.

"Angkat Parang Agama Berperang" pun berkumandang sekarang diawali dengan intro saling mengadu parang, part awal gw denger "Render My Prey"-nya SPAWN OF POSSESSION walaupun cuma seper-sekian detik aja. Riff-riff rumit Ezza dan Dedy mulai mereka jejali ke pendengar tidak lupa Avaness selalu menyeimbangkan dengan rapi dan sesekali variasi ketukan ia lancarkan walaupun blast beat tetap menjadi andalan-nya, harmonisasi masih terjaga dan secara pribadi gw suka track ini. "Ilusi Tikus Berdasi" tempo-nya berubah-ubah mas Yongky dapat kesempatan lebih mengambil nafas panjang di track ini, tapi gw gak denger yang WAH di track ini.

Berlanjut ke "Tanah Airmu Tanah Anarki" part-part awal dimulai kira-kira 40 detik-an dengan instrument, sesekali juga gw denger riff-riff kental DEADSQUAD di track ini. disambut pula dengan melody yang mendayu mesra haha. "Delegasi Tak Bernurani" tempo-nya agak datar dan Avaness terpaku untuk selalu melancarkan blast beat-nya. "Birokrasi Sampah" datang dengan beberapa variasi ketukan dan masih dengan riff-riff rumit dan cepat, lebih bertenaga dan determinan track ini dibanding track sebelumnya. "Agresi Kaum Tertindas" mewakili sisi emosional yang luar biasa dari sang vokalis Yonky Nuril, gerutuan-nya lebih berkarakter di track ini. Melody masih menjadi andalan di track ini. Track akhir berjudul "Warpath" sebuah outro penutup denting piano yang dikemas apik nan menarik sebagai tanda akhir maha karya ini.

Untuk keseluruhan sendiri album ini sangat dianjurkan untuk anda yang ngaku sebagai maniak akut dari DEADSQUAD, SPAWN OF POSSESSION, hingga VISCERAL BLEEDING ditambah dengan cover art yang menggugah selera menambah keangkeran dan kekejaman karya ini. Layak atau bahkan harus anda miliki CD-nya, untuk order sendiri bisa langsung menghubungi Mr. Alfan Afero (0856-9979109). Untuk mendapatkan album yang besar tidak harus dari band yang besar pula, GEGGAR OTAK sudah membuktikan-nya.
Catalogue #BIRCD-07-2013
1. Domination of Greed

2. All Hope Is Fake

3. Angkat Parang Agama Berperang

4. Ilusi Tikus Berdasi

5. Tanah Airmu Tanah Anarki

6. Delegasi Tak Bernurani

7. Birokrasi Sampah

8. Agresi Kaum Tertindas

9. Warpath
Yonky - Vocals

Ezza - Guitars

Dedy - Guitars

Avaness - Drums
Cover Artwork by Bvll Metal Art

Layout by 13 Art

Logo by Deff Herdiant

2/14/2014

CD Review "MALTREAT DEAFEN - Promo"

Band: Maltreat Deafen
Album: Promo
Year: 2014
Genre: Brutal Death Metal
Location: Riau
Country: Indonesia

MALTREAT DEAFEN membuat suasana scene death metal di tanah air semakin bervariatif, Pasalnya band asal kota Pekanbaru, Riau ini menyuguhkan materi death metal dengan lebih bervariasi dan rumit yang kalau kita bandingkan dengan band-band sebelumnya hanya terfokus pada permainan blast beat saja. Dengan karakter sound yang baik serta di tinjau dari segi kualitas keseluruhan materi yang powerfull promo ini sungguh sangat menjanjikan. Sebelumnya juga kami ucapkan sangat berterima kasih kepada mas Niko Syanufanda yang telah menyisihkan banyak materinya untuk sekedar mengirimkan demo ini langsung kepada kami di wilayah Tangerang hehe..

Langsung ke pembahasan, Promo ini terdiri dari 3 track yang masing-masing berisikan 1 track intro dan 2 track yang masing-masing berjudul "This is Hell" serta "Lepas kendali". Dimulai dengan peregangan urat syaraf sebelum dihajar dengan 2 track yang benar-benar brutal. Intro dikendalikan dengan sempurna oleh permainan apik guitar dan pukulan keras (ciri khas org sumatra hehe..) dari sang drummer. Urat syaraf otak mulai memanas ketika track ke-2 "This is Hell" mulai diperdengarkan, total 5 menit lebih track ini berkumandang diawali dengan cabikan bass lalu dipadukan dengan harmonisasi guitar dibalut sempurna dengan permainan ketukan rapat, cepat, dan powerfull dari sang drummer. Setengah jalan track ini kita mulai disuguhkan dengan tempo yang mulai menurun tapi masih dengan alunan musik yang menarik didengar. Klimaks pun terjadi pada track ke-3 "Lepas Kendali" yang juga menjadi track terakhir yang benar-benar melepaskan semua kendali para penikmat-nya. Track langsung diawali dengan ketukan blast beat cepat dan rapat membuat para penikmat semakin terhanyut apalagi sedikit kita mendengar dari suara back vocal kental dari Niko Syanufanda yang coba berkontribusi lebih. Dibanding track sebelumnya, track ke-3 ini mereka sajikan dengan lebih determinan, rapat, dan cepat semakin membuat para penikmat sulit untuk menghela nafas.

Jelas apa yang coba mereka sajikan pada promo ini adalah perpaduan kongsi busuk dari DEFEATED SANITY dan CRYPTOPSY. Mungkin untuk pengagum band tersebut stuff ini akan lebih cocok untuk anda sebagai maniak penikmat Brutal Death yang rumit. Untuk cover sendiri mereka mengambil konsep seperti ksatria bersayap yang sedang menggenggam kampak dan diapit oleh beberapa kroni tulang belulang yang sukses dieksekusi oleh tangan terampil Donny D Novaz. Kami menjanjikan promo ini akan menjadi trademark penting bagi MALTREAT DEAFEN kedepan-nya dengan ciri karakter yang sudah melekat dan tidak mengikuti arus band BDM yang sudah terlebih dahulu meramaikan scene death metal di tanah air.
1. Intro

2. This is Hell

3. Lepas Kendali
Self Released/Independent
Donny Suiza - Vocals

Doni Syanufanda - Guitar

M. Royhan Okronal - Bass

Goree Murind - Drums
Logo by Maltreat Deafen

Cover by Donny D Novaz

2/11/2014

Interview with PERVERTED DEXTERITY


 (Date: 10 Februari 2014 - Questions: Edi - Answers: Januaryo)

Edi:
Halo mas januaryo, kami ucapkan makasih dulu nih telah bersedia meluangkan waktu sejenak untuk menjawab semua pertanyaan dari kami. Gimana kabar anda dan PERVERTED DEXTERITY tentunya?
Januaryo:
Halo juga mas. Agak sedikit flu dan batuk di sini hahaha.
Edi:
Pertanyaan pertama dari kami, gimana sih awal terbentuknya PERVERTED DEXTERITY ini dan mengapa anda memakai konsep one-man brutal? Bisa berikan sedikit alasannya?
Januaryo:
Awalnya PD hanya project iseng saya disamping band utama saya yaitu Nahell, sekitar tahun 2010 saat saya masih SMA. Tidak lama setelah itu Nahell bubar karena tiap personil sudah sibuk kuliah. Barulah saya mencoba serius membuat materi musik yg idealis. Kenapa oneman? Karena saya ingin bermusik se-idealis mungkin tanpa campur tangan siapapun dan mencoba berkembang sendiri.
Edi:
Untuk influence sendiri, band apa yang membuat anda sangat ingin mendirikan PERVERTED DEXTERITY ini?
Januaryo:
Pertama kali saya lihat Putrid Pile & Bloodsoaked di Youtube saya langsung terinspirasi untuk melakukan hal yg sama. Saya pikir ini adalah metode yg cocok bagi saya untuk bermusik. Setelah mulai berkembang seiring waktu, saya membuat beberapa materi sambil mendengar band band Brutal Death secara random.
Edi:
Alat atau mungkin software apa yang anda pakai dalam memainkan konsep drum programming ini? Untuk ukuran orang awam sulit atau tidak dalam menggunakannya?
Januaryo:
Saya hanya menggunakan sebuah perangkat PC busuk dan beberapa software hasil download ilegal hahaha. Untuk live saya menggunakan iPod atau Laptop yg dihubungkan ke PA tergantung kondisi. Semua orang bisa melakukannya. Apalagi sekarang belajar apapun mudah hanya dengan browsing atau menonton tutorial di Youtube.
Edi:
Kapan tepatnya PERVERTED DEXTERITY resmi perform live untuk pertama kalinya? dan bagaimana tanggapan masyarakat sekitar pada saat itu?
Januaryo:
Baru November 2013 kemarin tepatnya di sebuah gigs komunitas di Depok. Saya tidak terlalu memperhatikan audience saat itu tapi setelah menonton video footage-nya saya rasa tanggapannya cukup positif pada saat itu.
Edi:
Untuk promo album sendiri telah anda muntahkan sebagian lewat link-link internet dan rekaman fisik tentunya, bagaimana tanggapan awal publik atas promo album tersebut?
Januaryo:
Pada awalnya mungkin agak sulit ya karena saat Brutal Mind merilis CD pertama (Demo 2012) antusiasme orang terhadap rilisan fisik masih kurang. Tapi seiring waktu CDnya pun habis. Barulah saat rilis Promo 2013 antusias cukup besar untuk PD pribadi karena didistribusikan oleh Brutal Mind yg sudah cukup bagi teman teman di underground.
Edi:
Langsung lanjut ke proses penggarapan album perdana yang berjudul "Primitive Scene of Inhumanity" sudah jalan berapa persen prosesnya?
Januaryo:
So far, 35% hahahaha. Masih terus berjalan.
Edi:
Untuk penulisan lirik dan tema pada album tersebut, apa yang sebenarnya ingin anda sampaikan dan apa hal yang terkandung pada komposisi album tersebut?
Januaryo:
Untuk tema sendiri saya mengambil suasana gambaran kekejian di zaman primitif atau pra-sejarah. Dimana manusia pada saat itu belum mengenal adab dan perikemanusiaan.
Edi:
Sebelumnya, publik juga telah disuguhkan cover art yang mengerikan dari album tersebut, Siapa yang paling berjasa dalam hal penggarapan cover ini?
Januaryo:
Untuk sketsa artwork digambar oleh Rio Oscaryzm, artist berbahaya asal Sulawesi. Lalu dibantu coloring oleh artist Bvll Xick yg tentu sudah tidak asing bagi kita di scene underground.
Edi:
Bisa Berikan bocoran sedikit untuk publik mungkin, apakah akan ada beberapa musisi lokal yang membantu berkontribusi pada album ini?
Januaryo:
Sampai saat ini saya belum bisa memperkirakan siapa saja yg akan ikut berkontribusi sampai semuanya benar benar siap.
Edi:
Sedangkan untuk label sendiri, bisa diceritakan sedikit tentang awal kerjasama anda dengan BRUTAL MIND?
Januaryo:
Brutal Mind milik Deni Lisain. Saya diperkenalkan oleh Deddy (Cadavoracity) pada 2012 lalu. Setelah itu bro Deni menawarkan saya untuk merilis CD Demo 2012 pada saat itu. Karena saya rasa cocok dengan dia, jadi kerjasama tetap berjalan hingga kini.
Edi:
Untuk perilisan album "Primitive Scene of Inhumanity" tersebut, kapan akan dilakukan? Apa akan ada semacam mini tour?
Januaryo:
Mungkin akan rilis satu bulan kedepan. Mini tour? Belum kepikiran soal itu mas hahaha.
Edi:
Bisa berikan sedikit referensi kepada publik siapa-siapa saja musisi lokal yang memainkan konsep one-man brutal selain PERVERTED DEXTERITY tentunya hehe..?
Januaryo:
Untuk lokal mungkin bisa dibilang sangat banyak karena saya sendiri tidak cukup tau luas. Tapi silahkan cek dua teman saya : Morvarium (Bandung) dan Otopsi (Blitar). Mereka berbahaya!
Edi:
Menurut anda pribadi mas Januaryo, bisa disebutkan 5 album death metal paling berpengaruh hingga sekarang?
Januaryo:
1. Gorgasm - Bleeding Profusely
2. Disgorge - Consume the Forsaken
3. Brodequin - Festival of Death
4. Suffocation - Effigy of the Forgotten
5. Devourment - Molesting the Decapitated
Edi:
Untuk kedepannya apa rencana mas Januaryo lakukan untuk PERVERTED DEXTERITY?
Januaryo:
Buat album lagi, lagi, lagi, sampai bosan hahaha. Dan tour dengan budget sendiri. Amin hahaha.
Edi:
Sekian dulu mas Januaryo atas waktunya, terima kasih telah menjawab semua pertanyaan dari kami hehe.. sukses untuk album perdananya, dan kami tunggu tentunya materi berbahaya ini. makasih mas Januaryo :)
Januaryo:
Terima kasih banyak mas sudah menyempatkan untuk wawancara. Semoga tetap bertahan terus kedepannya untuk blogzine Pasukan Mati. Cheers!

https://www.facebook.com/pdbdm
http://www.reverbnation.com/perverteddexterity

2/10/2014

MALTREAT DEAFEN Siap Sebarkan Promo CD (2014)

Siapa bilang daerah Sumatra lebih tepatnya Riau tidak punya amunisi berbahaya dikancah skena death metal, mungkin MALTREAT DEAFEN bisa dijadikan acuan mulai dari sekarang. Band yang sempat bernama SARCASTIC pada era tahun 98-an ini mulai meramaikan kembali ranah skena death metal ditanah air kita tercinta ini. Terbukti pada (6/feb/2014) kemarin, mereka resmi akan sebarkan beberapa promo CD (2014) ke publik. Berisikan 3 track dan intro yang terdapat didalamnya MALTREAT DEAFEN mencoba kembali akan menuangkan ide-ide kejamnya dalam sebuah materi dan mengembalikan kembali eksistensinya dikancah skena death metal tanah air yang pernah mereka sandang.
Mungkin untuk anda pengagum band-band besar seperti DEEDS OF FLESH, DEFEATED SANITY, HINGGA SUFFOCATION akan mendapat sebuah referensi terbaru dari mereka (MALTREAT DEAFEN) dan layak anda miliki CD-nya. Bagi anda yang ingin mendapatkan Promo CD dari mereka silahkan saja hubungi mereka lewat Facebook-nya.

2/08/2014

HYPOCHONDRIAC Siapkan Promo Demo Untuk Album Perdana

Kabar baik kembali datang dari skena death metal wilayah bandung, HYPOCHONDRIAC band brutal asal daerah Padalarang yang masih belia ini mengumumkan tengah mempersiapkan amunisi baru-nya untuk merilis sebuah promo demo pada tahun 2014 ini, beritanya telah mereka umumkan sebelumnya via facebook (6/feb/2014) kemarin. Menurut mereka (HYPOCHONDRIAC) pada promo demo tersebut nantinya akan terdapat 3 Track termasuk didalamnya sebuah intro. Dan untuk tema sendiri mereka mengambil ide tentang "All Your Shitty Word WIll Rape Your Self" yang merupakan ide awal dari "Aldy Muhammad Rizal" sang vokalis.
Ditambahkan lagi menurut mereka (HYPOCHONDRIAC) masing-masing personilnya telah diberi tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Jadi, setiap personil menjadi lebih fokus dari apa yang harus ia kerjakan nantinya. Dan untuk anda para maniak dan penggila DISINFECTED, CARNIVORED, GORGASM hingga PYAEMIA promo demo ini mungkin akan lebih cocok untuk santapan anda sehari-hari dan menjadi bahan referensi mungkin untuk memiliki full album mereka nantinya. Well, tunggu aja berita update dari mereka lewat Facebook dan jangan lupa like page-nya.