Translate

April 25, 2015

CD Review "Cronic - Dimensi Berganti"

Photo: taken from Cronic Facebook
Jika mendengar musik bergenre thrash metal, maka apa yang terlintas dalam pikiran anda? Sebuah musik tempo cepat dengan suguhan harmonisasi melodi gitar? tentu saja, namun ditangan band asal Banda Aceh bernama Cronic, paradigma tersebut seketika luntur. Yang jelas album ’Dimensi Berganti’ yang rilis pada 17 Agustus 2014 tersebut akan menjawab rasa penasaran anda.

Melalui laman resmi reverbnation Cronic (yang juga bisa anda dapatkan secara legal download), gelontoran 5 track yang mereka publish menjadi komposisi album mereka berikut sampul album serta booklet yang digarap sesederhana mungkin sesuai corak musik mereka.

3 elemen penting yakni vokal, gitar dan drum menjadi semacam sinergisme yang sengaja dikemas dengan middle tempo cenderung slowly untuk ukuran thrash metal. Disini sama sekali saya tidak menjumpai rentetan riff distortif maupun nakalnya melodi gitar layaknya thrash metal pada umumnya. Yang jelas saya hanya dapati struktural pola konstan mudah tertebak.

Ritmenya sekilas menyegarkan ingatan tentang memoar keriuhan tahun 90-an ketika masa keemasan Betrayer, Sucker Head hingga Rotor. Meski terlalu jauh juga bila disandingkan dengan nama-nama besar tersebut namun setidaknya Cronic sukses memikat guna mengenang kembali seluk beluk thrash metal dulu. Oh yaa perlu diketahui, mereka tidak hanya memeragakan gaya thrash metal, aura gelap pun seolah ikut terwakili yang salah satunya terpapar saat nomor ‘Sang Ku Riang’ meluncur deras.

Meski berbeda dari kebanyakan band bergenre thrash metal tetapi setidaknya ‘Dimensi Berganti’ mempunyai arti tentang kesederhanaan dan citra natural sebuah thrash metal. (6.5/10)

April 20, 2015

CRONIC

(Dari kiri ke kanan: Fattah - drum, Adi - gitar dan Omen - bass. Photo: taken from Cronic Facebook)
CRONIC merupakan band ber-genre thrash metal yang dibentuk tahun 1999 di Banda Aceh. Dimotori oleh Adi sebagai gitar vokal. Dalam perjalanannya di tahun 2004, CRONIC sedang mempersiapkan materi-materi album dan kompilasi, terjadi tsunami tanggal 26 desember 2004 meluluhlantakkan sebagian besar kota Banda Aceh dan menyebabkan hilangnya personil awal CRONIC.

Ditengah proses pembangunan kembali kota Banda Aceh, CRONIC bangkit kembali dan merilis EP Album “Varandah Of Mecca” Tahun 2008. Dalam tahap perubahan materi lagu dan mengikuti beberapa kompilasi, tahun 2011 CRONIC merilis EP “Teknologi Berkarat” dan Album “Dimensi Berganti” tahun 2014 dan mempersiapkan karya-karya selanjutnya.

Personil Sekarang:
Adi (Gitar - Vokal)
Omen (Bass – Vokal)
Fattah (Drum)

Diskografi:
EP Album:
- Varandah Of Mecca (2008)
- Tekhnologi Berkarat (2013)
- Dimensi Berganti (2014)

Album Kompilasi:
- Aceh Field Rebellion (2009)
- Kompilasi Muda Berpacu (2010)
- Sriwijaya Metal Compilation #1 (2013)
- Sumatera Noize (2014)

Link terkait:
- Facebook https://www.facebook.com/CRONICThrash
- Twitter https://twitter.com/CRONICThrash
- Reverbnation http://www.reverbnation.com/cronicthrash
- Soundcloud https://soundcloud.com/cronicthrash

April 16, 2015

Digging Up Publikasikan Formasi Anyar

Menurut akun resmi facebook Digging Up, dikabarkan bahwa band yang berasal dari Kota Bandung tersebut telah resmi mengumumkan masuknya 2 personil baru, mereka diantaranya Aghy Purakusuma (Vokal - Demigod) dan Teguh Prasetyo (Bass - Interfectorment).

"Hari ini kami akan memperkenalkan Line up terbaru Digging Up .. Wellcome For Next Barbarity : "Aghy Purakusuma" (Vocal) & "Teguh Prasetyo" (Bass) ... Semoga bisa bekerja sama dengan baik dan bisa menghasilkan karya yang baik ... Your Sick Boy !!! Enjoy ...," tulis Digging Up melalui akun facebook pada (10/4) kemarin.

Selain itu mereka juga memberi apresiasi terhadap Andry Gila (Eks Vokal) yang telah berkontribusi selama satu tahun hingga menghasilkan debut album "Disseminated Inapparent Infection".

"Pengalaman yang cukup memberikan suatu kontribusi yang baik selama 1 tahun ini dan mengeluarkan sebuah karya yang memang butuh waktu proses yang cukup lama .... Terima Kasih Banyak "Andry Gilanoz" untuk kontribusi selama 1 tahun ini dan melahirkan suatu karya yang GILAA (Disseminated Inapparent Infection) .. Sukses selalu untuk kedepan dan terus berkarya .. Full Support For You," tambah Digging Up.

April 14, 2015

CD Review "Compulsive Mutilation - Exigent Cuntlust"

Style : Brutal Death Metal
Location : Minnesota, United State
Type : Full-Length
Release : April 17th, 2015
Label : Twin Town Tyrant Records
Catalog: -

01. Foundation of Putrescence
02. Acidic Labotomization
03. Orgy of Decomposition
04. Depredated Fealty
05. Mastication Laceration
06. Torturous Disimpaction of Rectal Flesh
07. Mausoleum of Agony
08. Barrel of Bile and Blood
09. Retaliatory Degradation
10. Beheaded, Molested, Shredded
11. Whore Bred and Forcefed
12. Happiness Hangs on a Meathook in My Basement
13. Fermented Fetal Filet
14. Reprogrammed for Slavery
15. Excavation of an Impregnated Womb
16. Exigent Cuntlust
17. Perverse Tranquility
18. Drenched in Gasoline (Putrid Pile Cover)

Awalnya saya kurang tahu banyak hal tentang band Compulsive Mutilation ini. Terlebih saya juga hanya dikirimi sebuah file berbentuk digital yang berisi 18 track beserta sampul album. Setelah saya selidik, ternyata file tersebut merupakan album debut mereka berjudul “Exigent Cuntlust”, yang menurut rencana bakal rilis 17 April mendatang via Twin Town Tyrant Records.

Dari sebagian judul lagu yang mereka sodorkan berikut cover album yang mereka semat, saya menangkap sekilas mereka hendak menyajikan sesuatu musikalitas yang tak wajar, penuh siksaan juga dengan nuansa cipratan darah kental dimana-mana.

Meski mengklaim gaya brutal death metal, musikalitas mereka cenderung sulit tertangkap nalar. Semisal riff gitar yang tiba-tiba bermain teknikal. Dialbum ini mereka juga menyuguhkan karakter vokal secara berlapis, dengan kata lain tak hanya geraman guttural tapi juga jeritan kering.

Menggemari sebuah album yang tak lazim, pastikan “Exigent Cuntlust” berada dalam daftar pesan anda. (7.3/10)

English Version
At first I don't know many things about the band's Compulsive Mutilation. Moreover, I also just sent a digital file that contains 18 tracks along with the album cover. After my investigation, it turns out that the file is their debut album titled "Exigent Cuntlust", which is scheduled to be released next April 17 via Twin Town Tyrant Records.

Of most titles of the songs they handed following their album cover embed, I catch a glimpse of them wanted to present something that is unnatural musicality, full of torment as well with the feel of thick blood splattered everywhere.

Despite claims of brutal death metal style, they are less likely to get caught musicality reason. Such guitar riff suddenly technical play. On this album they also serve as a layered vocals, in other words, not only but also screams Guttural grunts dry.

Enjoyed an unusual album, make sure the "Exigent Cuntlust" are in your order list. (7.3/10)

April 13, 2015

CD Review "SHATTERED - New Atlantis"

Style : Technical Death Metal
Location : Würzburg, Germany
Type : Full-Length
Release : 2015
Label : Self-Released
Catalog: -

01. Bipolar Disorder
02. Ignite the Dawnshard
03. Into the Shattering
04. Despise the Living
05. Ancient
06. The Fall of Hyperion
07. Trapped in Everlasting Dreams
08. The Grid
09. The Orbits Around
10. Into Archadia
11. As Atlas Reached the Stars
12. Nereids
13. From Distant Shores
14. Amnesia

Seperti hendak memberikan sesuatu tema musikal yang lain dan tak melulu menyoal kekejaman maupun cipratan dari darah segar. Shattered yang notabene baru saja merilis album debut bertajuk “New Atlantis” ini justru menawarkan segmentasi konsep technical death metal lebih berwarna. Dimana mereka menciptakan sebuah keindahan astronomi tata ruang angkasa yang elok terbalut manis dengan struktur alur ritmik pola technical death metal yang terkonversi megah.

Dalam album ini tak tanggung-tanggung gelontoran sebanyak 14 track mereka persembahkan untuk anda para pengagum fast riffing semisal Obscura, Necrophagist maupun Spawn of Possession. Walaupun saya bukan penggemar berat genre technical death metal, tetapi menurut saya mereka cukup lihai mengolah genre tersebut dengan didukung karakteristik sound modern yang justru cenderung mengarah ke era “Cosmogenesis”. Tak hanya menggedor ritme secara bertubi-tubi, tetapi mereka terlihat seolah cerdas dalam mengatur tempo. Intelegensi mereka seakan kian teruji ketika mereka harus dihadapkan pada suguhan tempo kapan harus bermain cepat menderu-deru ataupun lambat menghela napas.

Oh yaa tidak hanya itu, musisi handal Christian Münzner (Ex-Necrophagist, Ex-Obscura) dan Sven DeCaluwe (Aborted) pun di gaet untuk ikut terlibat dalam menggarap debut album bercita rasa ilmu astronomi ini. Anda ingin menikmati sebuah album beratmosfer technical death metal yang tidak selalu terdengar rumit, mungkin “New Atlantis” bisa menjadi sebuah pilihan. (7.8/10)

English Version
As if to give something else a musical theme and not merely questioning the cruelty and splashes of fresh blood. Shattered which incidentally has just released their debut album titled "New Atlantis" was actually offered segmentation concept of technical death metal more colorful. Where they created a layout space astronomy beauty exquisite sweet wrapped with rhythmic groove structure technical death metal pattern that converted magnificent.

In this album unsparing as many as 14 tracks they present you with the admirers of fast riffing such Obscura, Necrophagist and Spawn of Possession. Although I am not a big fan of technical death metal genre, but I think they are pretty good at treating the genre with modern sound characteristics which supported it tends to lead to an era of "Cosmogenesis". Not only the rhythm pounded by a barrage, but they look like the smart set the tempo. Intelligence they seemed increasingly tested when they have to face the tempo treats when to play fast or slow roaring sigh.

Oh ya not only that, musicians Christian Münzner (Ex-Necrophagist, Ex-Obscura) and Sven DeCaluwe (Aborted) was in the hook to get involved in working on the debut album of this flavor astronomy. You want to enjoy an atmosphere are technical death metal album that does not always sound complicated, perhaps the "New Atlantis" could be an option. (7.8/10)

April 11, 2015

CD Review "DISMEMBERMENT TORTURE - Convulsion of Perfect Torture"

Style : Brutal Death Metal
Location : Bandung, Jawa Barat
Type : EP
Release : February 2nd, 2015
Label : Pieces Records
Catalog: PR05-2015

1. Pathological Infection
2. Blood River
3. Devouring of Human Butchery
4. Carnivorous Psychosis
5. Self Devour Cannibalism (live)
6. Pathological Infection (live)






Kemunculan mini album [EP] ini sudah sejak lama saya tunggu kehadirannya, terlebih wajah familiar para personilnya yang sering wara-wiri discene underground lokal menjadi salah satu alasan mengapa saya amat tertarik untuk mereview mini album berjudul “Convulsion of Perfect Abomination” ini. DT bukan hanya dirintis oleh nama besar personilnya tapi lebih dari itu, DT mampu menggarap bagaimana membuat suatu karya itu terdengar lebih riil, alami dan manusiawi. Sebuah karya yang saat ini mungkin sangat sulit didapat ketika kita telah memasuki era teknologi dan modernitas yang mencengkram.

“Convulsion of Perfect Abomination” adalah sebuah bukti sahih sebuah karya nyata mereka. Secara musikalitas seperti terdiagnosis mengidap pengaruh gaya US death metal yang sangat kental. Aroma brutalitas lirikal maupun musikal amat tersaji kompleks. Yang unik dari mereka tentu kombinasi sangar fast riffing gitar Dedra dengan fingering bass khas Ramon yang terdengar teknikal. Peran Ramon juga tidak terlalu mendapat ekspos berlebih seolah didakwa untuk bermain solois dari awal hingga akhir. Dan menurut saya tarung perang kombinasi seperti ini sangat menarik untuk didengar terlebih memang direpresentasikan masih dalam kaidah yang normal (baca: tidak terlalu berlebihan).

Saya juga tidak terlalu mendengar komposisi bass yang diperlakukan layaknya instrumen pendukung yang hanya terdengar gahar pada posisi bottom line, saya justru menganggap kedua instrumen tersebut (gitar dan bass) diset dengan porsi seimbang cenderung kompetitif. Sedangkan gitar, Dedra masih mengadopsi pola fast riffing gitar meliuk-liuk yang terdengar distortif. Sering kali saya juga mendengar serentetan alur ritmik gitar semisal DEEDS OF FLESH, INVERACITY, DISGORGE hingga INHERIT DISEASE tersaji kompleks kala Dedra menyayat senjata perang dengan sangat bengisnya.

Selain gitar, instrument drum juga mencuri perhatian saya. Senioritas Dani Papap yang notabene mantan penggebuk drum JASAD ini masih terlihat karismatik dan berkarakter. Tipikalnya cenderung tidak berubah sejak ia matang bersama band besar itu. Banyak album hebat yang lahir karena didukung sound modern dan sempurna serta ditunjang dengan pemanfaatan tahap editing yang maksimal, justru “Convulsion of Perfect Abomination” adalah sebuah pengecualian, resultan seolah terdengar rill dan wajar yang justru menampar asumsi kesan modern dan catchy itu sendiri.

Saya juga tidak mengatakan bahwa drum yang mengalami proses editing berkali-kali itu menjadi sesuatu yang salah, tapi eloknya saya lebih menerima ketika output drum itu sendiri lebih terdengar wajar dan manusiawi karena disitu saya seperti mendapati sebuah esensi dari apa yang saya nikmati. Meski sepintas saya juga sempat mendengar ketukan drum seperti terjebak oleh alunan “Dissimulate Invalidity” milik INHERIT DISEASE seperti yang tersaji pada nomor “Devouring of Human Butchery” meski menurut saya hal tersebut hanya sebuah referensi sesaat saja.

Terlepas dari itu saya menganggap DT layak menyandang sebuah nama besar karena mereka memang memiliki salah satu modal kelak menjadi besar. (8/10)